TekananUap Masuk. Efisiensi termal siklus Rankine dapat ditingkatkan dengan menaikkan tekanan saluran masuk. Jika tekanan uap dinaikkan tanpa menaikkan suhu saluran masuk, fraksi kebasahan turbin tekanan rendah (LP) meningkat, yang menghasilkan peningkatan kehilangan kebasahan pada turbin LP. Ketika fraksi kebasahan turbin LP menjadi 8-12%
PerubahanBeban Listrik Terhadap Transformator Daya Pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap PT Indonesia Power UJP PLTU Barru (dibimbing oleh Zahir Zainuddin Dan Suryani). Efisiensi Transformator selalu dipengaruhi oleh rugi-rugi pada transformator itu sendiri dalam hal ini semakin besar beban yang terpasang maka akan semakin besar pula rugi-rugi
PusatPengembangan Sumber Daya Manusia, Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) menyelenggarakan Sertifikasi Online Pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), pada tanggal 25 sampai dengan 27 Agustus 2021, dengan jumlah peserta sebanyak 10 (sepuluh) orang. PT.
2x 200 MW. Langkat. Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pangkalan Susu Operation and Maintenance Services Unit (OMU), berada di desa Tanjung Pasir Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Propinsi Sumatera Utara. PLTU Pangkalan Susu yang memiliki daya terpasang 2 x 200 MW dibangun di atas area seluas 105 Ha, berlokasi di Desa Tanjung Pasir
berharapmendapatkan tambahan proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PTLU) mulut tambang di atas 1.000 megawatt (MW) dari lelang yang akan segera dibuka mulai tahun ini. Adapun PT PLN (Persero) menyatakan akan melelang pembangkit listrik dengan total kapasitas 6.000 MW di seluruh daerah di sisa tahun ini.
Nss5H. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui daya dan efisiesi turbin uap di PT. Mega Surya Eratama. Penelitian ini menggunakan siklus rankine sebagai acuan alur yang mengubah panas menjadi energi listrik. Pada penelitian ini digunakan sebuah aplikasi yang menyediakan data yang akurat dari daftar lengkap sifat termodinamika dan fisik untuk air dan uap yaitu steamtab. Penelitian ini difokuskan pada saat beban generator normal dan pada saat beban generator turun yaitu pada saat produksi tidak berjalan. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa besarnya daya pada saat beban generator normal adalah kJ/s. Namun pada saat beban generator terputus atau pada saat kegiatan produksi berhenti daya turbin turun menjadi kJ/s. Efisiensi kerja turbin juga mengalami penurunan, pada saat beban generator normal efisiensi turbin adalah 61,27% dan pada saat beban generator turun efisiensi juga turun menjadi 52,4%. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free Volume 4 Nomor 2 Desember 2022 110 ANALISA EFISIENSI TURBIN UAP PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP KAPASITAS 7,5 MW Fakrizal Novansyah*1, Luthfi Hakim*2, Dicki Nizar Zulfika*3 *123Universitas Islam Majapahit, Mojokerto E-mail Fakizalnovansyah ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui daya dan efisiesi turbin uap di PT. Mega Surya Eratama. Penelitian ini menggunakan siklus rankine sebagai acuan alur yang mengubah panas menjadi energi listrik. Pada penelitian ini digunakan sebuah aplikasi yang menyediakan data yang akurat dari daftar lengkap sifat termodinamika dan fisik untuk air dan uap yaitu steamtab. Penelitian ini difokuskan pada saat beban generator normal dan pada saat beban generator turun yaitu pada saat produksi tidak berjalan. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa besarnya daya pada saat beban generator normal adalah kJ/s. Namun pada saat beban generator terputus atau pada saat kegiatan produksi berhenti daya turbin turun menjadi kJ/s. Efisiensi kerja turbin juga mengalami penurunan, pada saat beban generator normal efisiensi turbin adalah 61,27% dan pada saat beban generator turun efisiensi juga turun menjadi 52,4%. Kata kunci daya turbin, efisiensi turbin, siklus rankine ABSTRACT This study aims to determine the power and efficiency of the steam turbine at PT. Mega Surya Eratama. This study uses the rankine cycle as a reference for the flow that converts heat into electrical energy. This research uses an application that provides accurate data from a complete list of thermodynamic and physical properties for water and steam, namely steamtab. This research was focused on when the generator load was normal and when the generator load drops, namely when production was not running. From this research, it can be seen that the amount of power at a normal generator load is 12, kJ/s. However, when the generator load was cut off or when production activities stop, the turbine power drops to 6, kJ/s. The working efficiency of the turbine also decreases, when the generator load was normal, the turbine efficiency was and when the generator load decreases the efficiency drops to Keywords turbine power, turbine efficiency, rankine cycle PENDAHULUAN Energi listrik kini menjadi kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia. Energi listrik sangat diperlukan baik dalam sektor rumah tangga maupun sektor industri. Dalam bidang industri energi listrik adalah salah faktor penting penunjang kegiatan produksi. Semakin tinggi jumlah produk yang dihasilkan maka semakin tingi pula energi listrik yang dibutuhkan Mulyani and Hartono, 2018. Dengan demikian, beberapa perusahaan memutuskan untuk mendirikan pembangkit listrik untuk menunjang kebutuhan listriknya guna mengoptimalkan hasil produksinya. PT. Mega Surya Eratama merupakan salah satu perusahaan yang mendirikan pembangkit listrik untuk menunjang kebutuhan listriknya. Pembangkit listrik yang ada di PT. Mega Surya Eratama adalah Pembangkut Listrik Tenag Uap dengan kapasitas 2 x 7,5 Volume 4 Nomor 2 Desember 2022 111 MW. Pembangkit listrik ini menggunakan batu bara sebagai bahan bakar utamanya. Ketersediaannya yang melimpah dan harganya terjangkau membuat batu bara menjadi pilihan yang sebagai bahan bakar PLTU Widhiyanto, 2019. Pembangkit listrik tenaga uap memiliki beberapa komponen utama salah satunya yaitu turbin uap. Turbin uap memiliki peranan penting sebagai penggerak generator yang mengalirkan listrik untuk menggerakkan peralatan produksi dan memanfaatkan hasil uap sisa putaran turbin uap atau uap extraksi untuk mengeringkan kertas produksi. Mengingat pentingnya peranan dari turbin bagi proses produksi listrik, maka perlu dilakukan analisa terhadap efisiensi turbin. Efisiensi dari turbin akan mempengaruhi kinerja sistem PLTU. Semakin besar efisiensi turbinnya maka keandalan sistem juga semakin baik Cahyadi and Hermawan, 2015 METODE Penelitian ini dilakukan di PT. Mega Surya Eratama Ngoro, Mojokerto. Waktu penelitian selama satu bulan yakni pada tanggal 10 April 2021- 10 Mei 2021. Penelitian ini difokuskan pada saat beban generator turun, ketika produksi kertas terputus dan saat generator normal operasioanal produksi. Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 1 Data Log Sheet harian karyawan PT. Mega Surya Eratama, 2 Turbin, 3 Pressure Gauge yang berguna untuk mengukur tekanan fluida gas atau liquid dalam tabung tertutup, dan 4 Aplikasi steamtab yang digunakan untuk menghitung nilai entalphi dan entropi pada kondisi saturated dan superheated. Tabel 1. Spesifikasi turbin Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif, dengan langkah- langkah penelitian dapat dilihat pada gambar 1. Volume 4 Nomor 2 Desember 2022 112 Gambar 1. Diagram alur penelitian Adapun beberapa tahap dalam penelitian ini yakni, 1 mempersiapkan alat dan bahan, 2 mencatat seluruh kegiatan yang terjadi pada proses di tempat penelitian, 3 mencatat data yang dibutuhkan seperti waktu, tekanan steam masuk, dan daya yang dihasilkan oleh turbin, serta penggunaan bahan bakar pada boiler, 4 memasukkan data pada rumus efisiensi turbin, 5 menganalisa dan menyimpulkan mengenai efisiensi turbin yang telah diteliti. HASIL DAN PEMBAHASAN Setelah melakukan penelitian diperoleh data-data yang diperlukan dan dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Volume 4 Nomor 2 Desember 2022 113 Tabel 2. Data saat beban generator normal Laju aliran massa uap m Tabel 3. Data pada saat beban generator turun Laju aliran massa uap m Dari data di atas dapat diketahui bahwa pada saat beban generator normal besar tekanan masuk turbin P1 adalah sebesar 4,78 Mpa atau setara dengan 47,8 Bar. Temperatur turbin T menunjukkan angka 470,92 °C. Sedangkan pada saat beban generator turun tekanan masuk turbin menjadi meningkat menjadi 5,02 Mpa atau setara dengan 50,2 Bar. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan masuk P1 turbin naik sebesar 0,24 Mpa atau 2,4 Bar. Tekanan masuk turbin pada saat beban generator turun lebih besar dari pada pada saat beban generator normal. Hal ini berfungsi untuk menjaga pressure boiler sebagai bentuk persiapan apabila ada konfirmasi penambahan beban secara tiba- tiba maka operator boiler sudah siap dan tidak terjadi pressure drop. Pada saat beban generator normal temperatur turbin T adalah 470,91 °C dan pada saat beban generator turun yakni pada saat produksi tidak berjalan temperatur turbin turun menjadi 459,61 °C. Temperatur turbin akan turun pada saat beban terputus karena hubungan antara temperatur turbin dengan beban generator turbin berbanding lurus. Pada saat beban turun temperatur akan semakin turun karena temperatur sudah mampu memenuhi kebutuhan pemanasan turbin. Dan temperatur juga bersifat fluktuatif. Data tersebut kemudian dianalisa dengan menggunakan aplikasi steamtab dan diperoleh hasil sebagai berikut Tabel 4. Data hasil perhitungan steamtab Pada saat beban generator normal Pada saat beban generator turun Volume 4 Nomor 2 Desember 2022 114 Setelah hasil dari steamtab diketahui, dihitung menggunakan rumus yang telah ditentukan, besarnya daya pada saat beban generator normal adalah kJ/s. Namun pada saat beban generator terputus atau pada saat kegiatan produksi berhenti daya turbin turun menjadi kJ/s. Efisiensi kerja turbin juga mengalami penurunan, pada saat beban generator normal efisiensi turbin adalah 61,27 % dan pada saat beban generator turun efisiensi juga turun menjadi 52,4 %. Dapat dilihat pada grafik dibawah ini. Gambar 2. Grafik perbedaan daya aktual dan daya turbin pada saat beban normal dan beban terputus Ada berbagai hal yang mempengaruhi besarnya efisiensi diantara adalah laju uap yang masuk ke turbin, tekanan, dan temperatur. Selain itu, hal lain yang berpengaruh pada efisiensi adalah terjadinya loses steam pada sisi boiler dan turbin. SIMPULAN DAN SARAN Dari penelitian yang telah dilakukan di PT Mega Surya Eratama dapat disimpulkan bahwa besarnya daya turbin pada saat keadaan beban generator normal adalah sebesar kJ/s. dan besarnya daya turbin pada saat beban generator turun adalah kJ/s. Selanjutnya, efisiensi turbin pada saat beban generator normal adalah 61,27 % dan pada saat beban generator turun adalah 52,4 %. Hal-hal yang dapat disarankan terkait penelitian ini adalah perbaikan sensor- sensor alat instrumentasi perlu dilakukan agar data yang diperoleh dari penelitian ini lebih 1 kondisi 2Wact Wt Volume 4 Nomor 2 Desember 2022 115 akurat. untuk meningkatkan laju aliran massa diperlukan perbaikan jalur-jalur pipa yang digunakan untuk menyuplai uap ke turbin agar daya turbin meningkat, perbaikan dan pengecekan valve terutama pada sisi valve drainase, agar tidak terjadi loses steam yang menyebabkan peunurunan efisiensi turbin karena valve kurang menutup maksimal ketika turbin beroperasi dalam kondisi normal DAFTAR PUSTAKA Cahyadi, D., & Hermawan. 2015. Analisa Perhitungan Efisiensi Turbine Generator QFSN-300-2-20B Unit 10 dan 20 PT. PJB UBJOM PLTU Rembang. IR. Hariyanto, M. 2010 Boiler dan Turbin. Dalam, Penyusuan Bahan Ajar Kompetensi, Kurikulum Berbasis Negeri, Kurikulum 2007 Politeknik Bandung. Mulyani, D., & Hartono, D. 2018. Pengaruh Efisiensi Energi Listrik pada Sektor Industri dan Komersial terhadap Permintaan Listrik di Indonesia. Jurnal Ekonomi Kuantitatif Terapan, 111, 1–7. Sadono, S. and Effendy, N. 2013. Identifikasi Sistem Governor Control Valve Dalam Menjaga Kestabilan Putaran Turbin Uap. PLTP Wayang Windu Unit 1, 23, pp. 83–90. Saputro, S. T. 2015. Pengendalian Laju Aliran Massa Uap Masuk Intermediate Pressure Turbine IPT Pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap Berbasis Distributed Control System DCS , I, pp. 149–160. Sunarwo and Supriyo 2015. Analisa Heat Rate Pada Turbin Uap Berdasarkan Performance Test. PLTU Tanjung Jati B Unit 3, 113, pp. 61–68. Shlyakhin 1993 Turbin Uap. Jakarata Erlanga. Widhiyanto, F. 2019. Fakta PLTU dan Residu Batu Bara. Beritasatu. ResearchGate has not been able to resolve any citations for this Mulyani Djoni HartonoEffective and efficient electricity consumption is one of the main concerns of Indonesian government. Indonesian electricity consumption has been growing rapidly in the last decade. It is predicted that total electricity consumption will continue grow with faster growth rate. Therefore, immediate actions on the demand side arenecessary through electricity consumption efficiency. The study employs a dynamic panel approach on the panel data of 31 provinces in Indonesia during the period 20014-2013. The results suggest that aggregate electricity demand can be reduced through efficiency on electricity consumption in industrial and commercial sector. The study also reveals that real GRDP, population, and changes in the economic structure have a positive and significant impact on the electricity demand. On the other hand, the effect of real electricity price on electricity demand is not statistically dan Turbin. Dalam, Penyusuan Bahan Ajar Kompetensi, Kurikulum Berbasis NegeriIrM HariyantoIR. Hariyanto, M. 2010 Boiler dan Turbin. Dalam, Penyusuan Bahan Ajar Kompetensi, Kurikulum Berbasis Negeri, Kurikulum 2007 Politeknik Sistem Governor Control Valve Dalam Menjaga Kestabilan Putaran Turbin UapS SadonoN EffendySadono, S. and Effendy, N. 2013. Identifikasi Sistem Governor Control Valve Dalam Menjaga Kestabilan Putaran Turbin Uap. PLTP Wayang Windu Unit 1, 23, pp. Heat Rate Pada Turbin Uap Berdasarkan Performance TestSupriyo SunarwoSunarwo and Supriyo 2015. Analisa Heat Rate Pada Turbin Uap Berdasarkan Performance Test. PLTU Tanjung Jati B Unit 3, 113, pp. 1993 Turbin Uap. Jakarata PLTU dan Residu Batu BaraF WidhiyantoWidhiyanto, F. 2019. Fakta PLTU dan Residu Batu Bara. Beritasatu.
Kompetensi PT. Barata Indonesia Persero di bidang pembangkit listrik dibuktikan melalui produk-produk komponen pembangkit listrik yang tidak hanya dipercaya oleh customer dalam negeri, namun juga telah menjadi bagian dari global supply chain dalam proyek pembangkit listrik, terutama untuk produk gas turbine Pembangkit listrik yang telah digunakan di Barata juga telah digunakan dalam beberapa proyek pembangkit listrik. Mulai dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap PLTU, Pembangkit Listrik Tenaga Gas PLTG, Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro PLTMH dan beberapa jenis pembangkit listrik Barata sebagai perusahaan yang dalam tergabung PLTU Nasional pada Mega Proyek 35 ribu MW, tak hanya menunjukkan kapabilitas perusahaan di bidang pembangkit listrik. Namun hal tersebut merupakan komitmen dan dukungan perusahaan terhadap program pemerintah, khususnya menjaga local content dalam proyek-proyek pembangkit listrik.
pt pembangkit listrik tenaga uap